
Material dan Arsitektur Apa yang Akan Digunakan Teknologi Motor?
2025-01-23 17:50Teknologi motor memiliki keragaman dan profesionalisme tertentu dalam pemilihan material dan arsitektur. Berikut ini adalah analisis terperinci tentang material dan arsitektur yang digunakan dalam teknologi motor:
Bahan
Bahan feromagnetik: terutama digunakan untuk membuat kutub motor, kuk, dan komponen lainnya. Yang umum termasuk besi murni, baja paduan (seperti lembaran baja silikon), dll. Pelat (strip) baja listrik merupakan bahan magnetik lunak. Bahan ini juga terutama digunakan dalam industri motor dan transformator untuk berperan sebagai konduktif magnetik.
Bahan konduktif: terutama digunakan untuk membuat kabel motor, terminal, bantalan, dan komponen lainnya, terutama tembaga dan aluminium. Selain itu, kawat berenamel juga merupakan bahan konduktif yang umum digunakan pada motor, yang memiliki isolasi dan konduktivitas yang baik.
Bahan isolasi: digunakan untuk kontak listrik antara kabel berisolasi dan komponen motor, yang umum meliputi kertas, benang katun, plastik, keramik, cat isolasi, dll.
Bahan bantalan: termasuk bantalan gelinding dan bantalan geser, biasanya terbuat dari baja atau baja paduan untuk memastikan keakuratan dan umur motor dalam operasi kecepatan tinggi.
Bahan lain: Bahan rotor meliputi besi cor, aluminium cor, baja tempa, bahan magnet permanen (seperti neodymium iron boron), dll., yang digunakan untuk membuat rotor motor. Cincin karet antigetar menggunakan efek peredam dan penyerap guncangan dari karet untuk mengurangi getaran yang dihasilkan oleh pengoperasian motor dan mengurangi kebisingan pengoperasian. Selain itu, penutup ujung, rumah, dan bagian lain biasanya terbuat dari pelat baja dan diberi perlakuan antikarat yang sesuai.
Arsitektur
Dari segi arsitektur motor, dengan mengambil motor pada kendaraan hibrida sebagai contoh, dapat dibagi menjadi arsitektur P0~P4 dan Ps menurut posisi motor yang berbeda. Di antara keduanya, P mewakili posisi motor (Posisi). Semakin besar angka setelah P, semakin jauh dari mesin. Motor pada posisi yang berbeda memainkan peran yang berbeda, dan peran yang dimainkannya secara langsung terkait dengan konsumsi energi dan daya kendaraan.
Arsitektur P0: Motor terletak pada sistem penggerak aksesori ujung depan (FEAD) mesin, yang merupakan posisi inverter pada mobil biasa. Inverter ini adalah generator kecil di ujung depan mesin, yang dihubungkan secara fleksibel ke poros engkol mesin melalui sabuk. Teknologi dan struktur motor P0 relatif sederhana dan banyak digunakan. Teknologi start-stop otomatis yang dipasang pada banyak model sekarang adalah arsitektur P0.
Arsitektur P4: Fitur inti motor ini adalah tidak berbagi poros penggerak dengan mesin, sehingga model yang dirancang dengan motor P4 dapat mencapai fungsi penggerak empat roda. Selain itu, tidak ada koneksi langsung antara motor P4 dan mesin. Namun, karena roda penggerak keduanya berbeda, kendaraan akan menghadapi tantangan saat beralih antara mode penggerak langsung mesin dan mode penggerak langsung motor P4. Ada relatif sedikit model di pasaran yang menggunakan motor P4 sebagai mode penggerak utama, dan yang paling umum adalah BMW i8.
Selain itu, ada arsitektur P0P4, arsitektur hibrida P2P4, kombinasi P1P4, dll. Arsitektur ini biasanya menggabungkan motor P4 dengan motor di posisi lain untuk mencapai kinerja daya dan efisiensi energi yang lebih baik.
Singkatnya, pemilihan material dan arsitektur teknologi motor beragam dan profesional. Dalam aplikasi praktis, perlu mempertimbangkan dan memilih faktor-faktor seperti skenario penggunaan, persyaratan kinerja, dan biaya motor secara komprehensif.