Halaman Dalam

Prinsip Kerja Motor

2025-02-07 15:30

Induksi elektromagnetik dan gaya Lorentz

Prinsip kerja motor ini didasarkan pada induksi elektromagnetik dan gaya Lorentz. Komponen utama motor meliputi stator dan rotor. Stator adalah bagian motor yang diam, biasanya terdiri dari kumparan, yang menghasilkan medan magnet saat dinyalakan; rotor adalah bagian yang berputar, yang terletak di medan magnet. Saat arus melewati kumparan rotor, menurut prinsip gaya Lorentz, medan magnet akan memberikan gaya pada arus, sehingga menggerakkan rotor untuk berputar.


Prinsip kerja berbagai jenis motor

1. Motor DC saja: ditenagai oleh catu daya DC, stator biasanya terdiri dari magnet permanen atau elektromagnet, dan rotor terdiri dari kumparan. Ketika arus DC melewati kumparan rotor, kumparan tersebut digerakkan oleh gaya dalam medan magnet, sehingga menghasilkan putaran. Keunggulan motor DC adalah kinerja pengaturan kecepatan yang baik dan torsi awal yang besar, yang cocok untuk situasi yang memerlukan kontrol kecepatan yang presisi.

2. Motor AC: ditenagai oleh catu daya AC, baik stator maupun rotor menghasilkan medan magnet melalui daya AC. Ketika arus AC tiga fase melewati kumparan stator, medan magnet berputar dihasilkan, yang menggerakkan rotor untuk berputar. Keunggulan motor AC adalah strukturnya yang sederhana dan biaya perawatannya rendah, yang cocok untuk bidang industri.

3. Motor stepper: Sudut putaran dan kecepatan motor dikontrol dengan mengendalikan jumlah dan frekuensi pulsa. Setiap kali pulsa listrik dimasukkan, motor berputar satu sudut dan bergerak maju satu langkah.

4. Motor magnet permanen: Magnet permanen digunakan untuk menyediakan medan magnet, dan torsi dihasilkan oleh pergerakan arus dalam medan magnet.


Proses konversi energi

Proses kerja motor sebenarnya adalah proses konversi energi. Ketika energi listrik dimasukkan ke motor, arus pada lilitan stator menghasilkan medan magnet. Proses ini adalah konversi energi listrik menjadi energi magnet. Kemudian, rotor berputar melalui interaksi medan magnet, dan energi magnet diubah menjadi energi mekanik, sehingga menggerakkan beban untuk beroperasi. Pada saat yang sama, selama pengoperasian motor, beberapa kehilangan energi pasti akan terjadi, seperti kehilangan tembaga, kehilangan besi, dan kehilangan mekanik, yang akan menyebabkan berkurangnya efisiensi motor.


Dapatkan harga terbaru? Kami akan merespons sesegera mungkin (dalam 12 jam)
This field is required
This field is required
Required and valid email address
This field is required
This field is required
For a better browsing experience, we recommend that you use Chrome, Firefox, Safari and Edge browsers.